Akhir minggu ini ada tiga
peristiwa yang membuatku tersenyum dan bahagia.
Ketiga-tiganya berkaitan dengan anak-anak di sekolah. Yang pertama adalah ketika kepala sekolah
memberitahukan bahwa ada orang tua datang ke sekolah dan marah kepada guru
Agama Buddha karena guru tersebut mengatakan kepada anaknya bahwa “Ibu lebih senang kalau kamu pintar tetapi
juga sopan”. Saya kaget “lho, apa yang salah dengan kata-kata guru
itu?”. Ternyata redaksi orang tuanya kurang lebih seperti ini “Saya sebenarnya marah sekali dengan ibu
karena sudah mengatakan sesuatu yang bertolak belakang dengan prinsip yang
selalu mengejar kecerdasan intelektual saja”. Dan orang tua itu melanjutkan “Kok masih ada guru yang kayak gini yah (yang
masih peduli dengan budi pekerti)?”.
Saya pun lega mendengar kata-kata terakhir itu. Terima kasih kepada guru-guru yang masih peduli
dan senantiasa menjaga keseimbangan antara ilmu dengan budi pekerti.Kamis, 26 Juli 2012
HSL’s Noted (27 Jul 2012)
Akhir minggu ini ada tiga
peristiwa yang membuatku tersenyum dan bahagia.
Ketiga-tiganya berkaitan dengan anak-anak di sekolah. Yang pertama adalah ketika kepala sekolah
memberitahukan bahwa ada orang tua datang ke sekolah dan marah kepada guru
Agama Buddha karena guru tersebut mengatakan kepada anaknya bahwa “Ibu lebih senang kalau kamu pintar tetapi
juga sopan”. Saya kaget “lho, apa yang salah dengan kata-kata guru
itu?”. Ternyata redaksi orang tuanya kurang lebih seperti ini “Saya sebenarnya marah sekali dengan ibu
karena sudah mengatakan sesuatu yang bertolak belakang dengan prinsip yang
selalu mengejar kecerdasan intelektual saja”. Dan orang tua itu melanjutkan “Kok masih ada guru yang kayak gini yah (yang
masih peduli dengan budi pekerti)?”.
Saya pun lega mendengar kata-kata terakhir itu. Terima kasih kepada guru-guru yang masih peduli
dan senantiasa menjaga keseimbangan antara ilmu dengan budi pekerti.Selasa, 17 April 2012
Shao Lin Temple yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
Sesampainya di shaolin, kita
langsung mengantri untuk menonton Kungfu
Show yang terakhir pada hari itu.
Ruangan nonton juga ditata dengan baik dan nyaman. Para biksu memang melatih fisik dengan baik,
terbukti dari show-show yang dipertontonkan kepada kita seperti bermain toya,
golok panjang (wan tau),
menbengkokkan toya berkepala pisau dengan leher, mematahkan batang besi dengan
kepala, kelenturan tubuh yang luar biasa dan masih banyak atraksi menarik
lainnya. Selesai menonton show sekitar
30 menit kita pun berjalan menuju gerbang Shaolin Temple. Rombongan berfoto dengan gaya-gaya jurus
Shaolin yang entah kapan dipelajarinya, hehehe (maaf yah sahabatku). Memasuki gerbang disambut oleh dua rupang
raksasa dengan tampang seram dan galak.
Ternyata melangkah memasuki kuil ada aturannya lho. Di tengah pintu biasanya terdapat palang yang
tingginya 20-30 cm. Palang itu tidak
boleh diinjak dan harus dilangkahi dengan kaki kiri. Setelah melangkah ke dalam terlihat lagi 4
rupang raja langit raksasa ( fung thiau
ie sun ). Di atas pintu tertulis
“Kuil yang tiada duanya di Dunia”. Jika
anda menonton film Shaolin Andy Lau.
Anda akan langsung tahu maksud saya.
Ketika Andy Lau yang memerankan seorang Jendral yang mengejar musuhnya
sampai ke dalam kuil dan dengan arogannya menuliskan “CUMAN SEGINI” dengan cat merah di bawah tulisan “Kuil yang tiada
duanya di Dunia”. Yang kelak setelah
Andy Lau tercerahkan dan menjadi biksu. Ia sendiri yang membersihkan tulisan
itu. Nonton ulang deh filmnya,
mencerahkan banget lho. TOP.
Eit, hampir lupa diceritakan
sebuah event yang tak akan terlupakan
oleh para rombongan Buddhasubhasita China
Tour adalah setelah mengunjungi Shaolin Temple, kita diajak makan malam ala
vegetarian dan acara ditutup dengan show optional yaitu Shaolin Zen Musical Show.
Wihhh sebuah pertunjukan yang sangat luar biasa, panggungnya adalah
sebuah lembah gunung yang sudah ditata demikian apiknya dengan soundsystem, lighting dan slide shownya. Minimal 200 artis menampilkan kelihaiannya
dan kebolehannya. Sayangnya hampir semua
dari kita tidak dapat konsentrasi penuh pada saat menonton pertunjukan luar
biasa itu. Heran yah napa show bagus tapi ga konsen
nontonnya. Nah, saya kasih tahu
jawabannya. Kita tidak dapat konsen
menonton dan berharap show segera
selesai bukan karena shownya
membosankan tetapi karena dinginnya luarrrr biasaaaaa. Ketika angin bertiuppp
serrrrrr, dinginnya menerobos menusuk ke dalam tulang. Padahal kita sudah
menyewa jaket eskimo yang beratnya amsiong. Itu saja masih tembus. Benar-benar luar biasa. Tidak percaya?? Silakan kunjungi Shaolin
temple dan tonton Shaolin Zen Musical
Shownya. Happiness & Success
with Love. HSL Kai feng ada Judge Bao, Indonesia kapan yah?
Tanggal 17 Maret 2012, dimulai
dengan sarapan penuh semangat dan antusiasme karena akan mengunjungi beberapa
obyek wisata yang pastinya sangat menarik.
Salah satunya adalah Lord Bao Memorial
Temple di Kaifeng. Ternyata kota
Kaifeng benaran ada lho. Dan Judge Bao
juga beneran pernah bertugas di pengadilan di kota tersebut walau hanya
sebentar saja menjabat di sana. Pertama
memasuki komplek temple terdapat
sebuah prasasti yang menuliskan hierarki kepemimpinan para pejabat yang pernah
bertugas. Nama Bao Zheng (nama asli
Judge Bao)terukir di sana dengan adanya bekas lekukan di batu hitam legam
tersebut. Lekukan terjadi bukan karena
kebetulan tetapi disebabkan oleh seringnya nama beliau dielus oleh setiap
pengunjung yang hadir untuk menghormati beliau.
Terdapat lukisan wajah asli beliau juga dan beberapa hasil karya Bao
dalam bentuk puisi dan tulisan. Di
ruangan berikutnya terlihat patung lilin Judge Bao lengkap dengan Wang Chau, Ma
Han, Zhang Long, Zhao Fu dan penasehat tuan Gong Sun. Dapat dilihat juga peralatan untuk mengadili
pesakitan yaitu tiga buah guilotin (alat penggal) yang sering kita nonton dalam
serial Judge Bao. Guilotin Naga untuk
memenggal keluarga bangsawan, Guilotin Macan untuk menghukum pejabat korup dan
yang terakhir adalah Guilotin Anjing untuk rakyat jelata. Saya sempat mencari seorang tokoh idola yang
sangat berperan dan aktif membantu Judge Bao dalam menegakkan keadilan dan
memberantas pejabat jahat nan korup.
Yah, Zhan Zhao. Dia kok ga ada
yah dalam diorama tersebut. Ternyata
menurut si Linda, Zhan Zhao adalah tokoh hayalan yang tidak pernah ada dan
hanya dimunculkan dalam film. Selain
terkenal akan kejujurannya, Bao Zheng juga adalah seorang anak yang sangat
berbakti kepada orang tuanya. Sebenarnya
pada umur 29 tahun, beliau sudah lulus ujian kerajaan tingkat tertinggi dan
diangkat sebagai pejabat kehakiman tetapi beliau mengundurkan diri pada saat
itu karena ingin pulang kampung untuk merawat orang tuanya yang sudah tua dan
lemah selama 10 tahun. Setelah kematian
orang tuanya, dia kembali untuk diangkat sebagai pejabat ketika beliau berumur
40 tahun. Judge Bao hidup pada dinasti
Song. Sangat terkenal sebagai hakim dan
negarawan dengan kejujuran yang luar biasa sehingga mendapat julukan Bao Qing Tian yang berarti Bao si langit
biru. Beliau meninggal pada tahun 1062
dan dimakamkan di Hefei. ![]() |
| Add caption |
Senin, 20 Februari 2012
In Love With You
told me that you're gone
leaving only memmories where did we go wrong
I Couldn't Find The Words Then So Let Me Say Them Now
I'm Still In Love With You
Tell Me That You Love Me, Tell Me That You Care
Tell Me That You Need Me And I'll Be There
I'll Be There Waitin'...
I Will Always Love You, I Will Always Stay True
No One Else Will Love You Like I Do
Come To Me Now
I Will Never Leave You, I Will Stay Here With You
Through The Good And Bad I Will Stand True
I'm In Love With You...
Now We're Here Together, Yesterday Has Past
Life Is Just Beginning, Close To You At Last
And I Promise To You, I Will Always Be There
I Give My All To You
Living Life Without You
Is More Than I Can Bear...
Hold Me Close
Forever...
And I'll Be There...
I'll Be There For You
I Will Always Love You, I Will Always Stay True
No One Else Will Love You Like I Do
This I Promise
I Will Never Leave You, I Will Stay Here With You
Through The Good And Bad I Will Stand True
Hold Me Closer
Our Love Is Forever, Holding Us Together
Nothing In This World Can Stop Us Now
Love Has Found...
Love Has Found...
A Way...
I'm In Love...
I'm So In Love...
Ooh, I'm In Love...
Yes, I'm In Love...
Ooh... Ha......
I'm So In Love
With You
- Regine Velasquez & Jacky Cheung -
LOOKING THROUGH THE EYES OF LOVE (Melissa Manchester)
It's ev'rything I am,
Ev'rything I wanna be;
I can see what's mine now,
Finding out what's true,
Since I've found you
Lookin' through the eyes of love
Now I can take the time,
I can see my life
As it comes on shining now;
Reachin' out to touch you,
I can feel so much,
Since I've found you
Lookin' through the eyes of love.

And now I do believe,
That even in a storm, we'll find some light;
Knowin' you're beside me,
I'm alright.
Please, don't let this feelin' end,
It might not come again;
And I want to remember
How it feels to touch you;
How I feel so much,
Since I've found you
Lookin' through the eyes of love.
Minggu, 24 Juli 2011
Let It Go

Setiap pagi, sahabatku dari Surabaya selalu mengirimkan pesan inspiratif singkat melalui blackberry messenger. Pesan pagi ini adalah “Sometimes it’s better to let go without knowing the real reason. Because it will surely hurt more to find it unreasonable.”. Saya merenungi kata-kata itu cukup lama dan akhirnya saya harus setuju dengan pesan itu. Terima kasih sahabatku.
Sebagian dari kita selalu penasaran dengan sesuatu yang terjadinya. Sepertinya tidak puas jika kita tidak tahu segala sebab akan masalah yang terjadi. Pada saat sebuah hal yang kurang membahagiakan terjadi. Sering kali dan bahkan setiap kali kita ngotot untuk mencari tahu Mengapa? Mengapa? dan Mengapa?. Kata-kata di atas mencerahkan saya, terkadang lebih baik kita menerima atau merelakan saja tanpa perlu mengetahui alasan sebenarnya daripada kita akan menjadi terluka sangat dalam pada saat mengetahui alasan yang sangat tidak beralasan itu.
Mari kita menimbang, mana manfaat yang lebih besar diantara "sekedar untuk memuaskan dahaga penasaran tadi karena berhasil menemukan alasan yang melandasi masalah itu dengan resiko hati kita terluka cukup dalam dan sulit untuk disembuhkan" atau "merelakan dan merimanya saja dengan hati yang penuh kedamaian dan ketentraman". Karena manusia adalah makhluk yang penuh keterbatasan dalam hal perasaan. So, ada baiknya tidak perlu tahu semuanya dan let it go.
Heru Suherman Lim, 25 Juli 2011
Mantra Bodhisatwa Tara
Bodhisatwa Tara "om tare tuttare ture soha" Bodhisatwa Tara, yang pada mulanya berasal dari air mata yang diteteskan oleh Bodh...
-
Hari Minggu lalu (31-01-10), saya hadir di resepsi pernikahan salah seorang sahabat, tentunya istri tidak ketinggalan. Adalah sebuah kebaha...
-
Chinmi Lhakkang Mungkin tempat ini yang paling fenomenal di antara semua wihara bahkan semua tempat yang dikunjungi di Bhutan. ...
-
Foto bersama di depan Punakha Dzong Punakha Dzong, juga dikenal sebagai Pungtang Dewa Chhenbi Phodrang yang berarti istana kebahagiaan...


